In This Economy : Mulai Mengatur Keuangan dari Catatan Harian

In This Economy : Mulai Mengatur Keuangan dari Catatan Harian

Belum bisa menambah penghasilan? Setidaknya, kita bisa mulai memahami ke mana uang kita pergi.

Pernah merasa baru menerima gaji, tetapi beberapa hari kemudian saldo sudah jauh berkurang? Lalu muncul pertanyaan, “Uangnya habis untuk apa saja, ya?” 😅

Pengeluaran besar biasanya mudah diingat. Justru pengeluaran kecil seperti jajan, transportasi, atau hiburan sering lewat begitu saja. Ketika terus berulang, jumlahnya bisa cukup terasa di akhir bulan.

Household Finance Apps

Karena itu, saya mengembangkan aplikasi sederhana untuk pencatatan keuangan rumah tangga menggunakan AppSheet. Tujuannya adalah memudahkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran melalui smartphone, lalu mengolah catatan tersebut menjadi informasi yang bisa dievaluasi.

1. Input Data: Mencatat Transaksi melalui Smartphone

Pencatatan dimulai dari form input di aplikasi. Setiap transaksi dicatat dengan beberapa informasi berikut:

Kolom Fungsi
ID Identitas untuk membedakan setiap catatan transaksi.
Tanggal Tanggal terjadinya pemasukan atau pengeluaran.
PIC Orang yang terkait dengan pencatatan transaksi.
Jenis Menentukan apakah transaksi merupakan pemasukan atau pengeluaran.
Kategori Mengelompokkan transaksi, misalnya gaji, makanan, transportasi, atau hiburan.
Jumlah Nominal pemasukan atau pengeluaran.

Setelah informasi diisi, pengguna menekan tombol Save untuk menyimpan catatan. Tombol Cancel digunakan untuk membatalkan pengisian.

Dengan form ini, pencatatan memiliki struktur yang sama untuk setiap transaksi. Kita bisa mengetahui kapan transaksi terjadi, siapa yang terkait, serta jenis, kategori, dan nominalnya.

Kebiasaan yang ingin dibangun sederhana: setelah melakukan transaksi, luangkan sebentar untuk mencatatnya. Jadi, saat akhir bulan, kita punya riwayat yang bisa diperiksa kembali.

2. Kalender: Mencari dan Mengedit Data Historis

Mencatat transaksi saja belum cukup. Kadang kita perlu melihat kembali pengeluaran pada tanggal tertentu atau memperbaiki catatan yang keliru.

Fitur Kalender membantu pengguna menelusuri transaksi berdasarkan tanggal. Tampilan aplikasi menyediakan pilihan Day, Week, dan Month, sehingga riwayat bisa dilihat dalam rentang harian, mingguan, maupun bulanan.

Misalnya, ketika ingin memeriksa transaksi minggu lalu, pengguna dapat membuka periode tersebut dan memilih catatan yang ingin ditinjau. Jika ada kesalahan pada tanggal, kategori, atau nominal, catatan dapat dibuka kembali untuk diedit.

Fitur ini memudahkan penelusuran data historis tanpa harus mengingat seluruh transaksi yang pernah dilakukan.

3. Grafik: Melihat Tren Pengeluaran

Daftar transaksi memberikan detail, sementara grafik membantu kita melihat pola dari waktu ke waktu.

Melalui fitur Grafik, pengguna dapat meninjau tren pengeluaran: kapan nominal meningkat, kapan menurun, dan tanggal mana yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Jika terlihat lonjakan, langkah berikutnya adalah membuka catatan pada periode tersebut untuk memahami penyebabnya. Bisa jadi ada kebutuhan rutin, pembayaran tertentu, atau pengeluaran yang memang perlu dievaluasi.

Grafik menjadi titik awal untuk bertanya dan menelusuri data, sehingga evaluasi keuangan memiliki dasar yang lebih jelas.

Dari Catatan Harian ke Dashboard

Data yang diinput melalui aplikasi tersimpan di Google Sheets sebagai riwayat transaksi. Selain dilihat melalui grafik di AppSheet, data tersebut juga digunakan dalam dashboard Looker Studio untuk analisis lebih lanjut.

Alurnya sederhana: mencatat melalui smartphone, menyimpan riwayat di spreadsheet, kemudian meninjau data melalui grafik dan dashboard.

Sebagai data analis, proyek ini menjadi salah satu cara saya menerapkan proses pengumpulan, penyimpanan, dan visualisasi data pada kebutuhan sehari-hari.

Penghasilan tambahan mungkin belum bisa langsung bertambah. Namun, memahami pola pengeluaran bisa dimulai dari transaksi yang kita catat hari ini.

Kalau kamu, sudah rutin mencatat pemasukan dan pengeluaran, atau masih mengandalkan ingatan? 🙂